Single ini menceritakan sebuah cerita perjalanan seorang anak kecil 10 tahun, Saprol, yang tersesat terjebak di dalam dunia imajinernya akibat dari pertanyaan-pertanyaan eksistensialnya yang sering muncul ketika bersepeda sepulangnya dari sekolah, yang mulai menyentuh sebuah ideologi kematian setelah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya akibat kecelakaan tragis yang dialaminya. Pertanyaan-Pertanyaan eksistensial itu seringkali muncul ketika bersepeda sepulang sekolah seperti pertanyaan, Apa yang dialami oleh ayah dan ibuku saat ini ? Dimanakah mereka ? Seperti apa wujud alam kematian itu? Ke arah mana kita akan pergi setelah mati? Barat ? Timur? Utara apa selatan ?
Kesedihan yang amat sangat mendalam yang dialaminya membuat Saprol tidak dapat lepas dari pikiran dan dunia imajinasinya sendiri sehingga ia hidup di dalamnya dan tidak dapat menghindar atau lari dari imajinasi-imajinasinya karena ayah dan ibu saprol selalu mengajarkan bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang sempurna dan bahagia tetapi sayangnya tidak bagi saprol karena ia tidak pernah merasakan perasaan-perasaan itu secara riil malah sebaliknya ia justru melihat kehidupan dunia sebagai distopia dan ia tidak dapat mengindar dari kenyataan distopia tersebut.
Di tingkat keheningan tertentu, Saprol akhirnya menyaksikan sebuah realitas yang lain di dalam imajinasi2nya, yaitu realitas yang selama ini ia selalu bayangkan dengan jelas, seperti yang ada di dalam artwork 7SUNS terlihat anak kecil sedang menangis di ujung sebelah kiri hamparan bukit yang sangat luas dengan masih berseragam sekolah dan membelakangi orang-orang yang sedang berbaris menghadap 7 matahari. Lagu ini mempunyai ambient lagu pop modern spiritual, menariknya Larone justru banyak terinspirasi dari musisi metal, rock dan alternatif seperti Ghost, Northlane, Japanese House. Direkam selama beberapa bulan di studio kamar tidurnya. Musik menangkap kehebatan teknis dan jiwa vokalnya.
Sebagian besar berkat kolaboratornya Aji Suherri, yang memproduseri single ini bersama dia dan Ariesta Ilham/Lutfi Aulia sebagai pemain gitar.” Lagu 7 SUNS didorong oleh ketukan yang mengayun dan lirik yang metaforis dan ekstensif seperti, “is love a war?/ love never stop to fall / where are The Hidings ? ”. Selain itu lagu ini diilustrasikan dalam artwork yang di ilustrasikan oleh Reginald Taffy dan juga disertai dengan video lirik psyche yang disutradarai sendiri dan dianimasikan oleh Mukti Ali.[med/ril/mm/Tonz/foto:larone]

Comments
Post a Comment