
Di era 1970-an ada juga Cockpit. Tapi berbeda, dan sama sekali tak ada hubungannya. Cockpit itu adalah Batara tetapi dengan Debby Nasution digantikan Roni Harahap.Sempat juga ada Harry Anggoman. Kalau menurut Oding, pertama kali Cockpit main dengan kibordisnya, Harry Anggoman.
Cockpit sendiri didirikan tahun 1982, main pertama kali di sebuah acara musik di TIM, mereka langsung dapat fans waktu itu.Ada yang menulis bahwa Cockpit didirikan oleh Oding, Yaya, Dadan Izal dan Joseph Martam, sebagai Batara Band di awal 1980. Dimana mereka mengajak serta Freddy Tamaela sebagai vokalis.Jadi, Genesis sudah berusia 15 tahun-an, barulah Cockpit muncul. Dan Cockpit penggemar berat Genesis di Gabriel Era.
Tapi menariknya, justru saat Cockpit muncul Gabriel sudah hengkang, musik Genesis pun bergeser.Yang memperkenalkan Genesis di sini sejatinya adalah Cockpit, Cockpit seolah membawa penggemar mereka lantas makin menyukai Genesis dan jadi loyal, dalam hal membeli album-album mereka.Di era 1980-an itu, tidak sedikit anak-anak muda, mengenal Genesis karena Cockpit! Atau, mereka baru membeli 1-2 album Genesis, akhirnya lantas rutin menunggu rilis album-album baru selanjutnya.Roni Harahap masuk di akhir 1982 menggeser Harry Anggoman. Pada 1984, bassis Harry “Kuda” digantikan oleh Raidy Noor. di era pertengahan 1980-an nama Cockpit menjulang sangat tinggi.Mereka bersaing serius dengan cover-bands lain, seperti Solid 80, Acid Speed Band.
Yang mana menariknya, mereka masing-masing punya fans fanatik masing-masing. Yang “membedakan” Cockpit dengan cover-bands “saingan” mereka adalah, Cockpit itu grup dengan stamina main di atas panggung. Mereka pernah main sampai 3 jam, dan itu tidak hanya sekali dilakukannya. “Main aja, capek ga capek ya terus aja. Kalau belum berhenti ya kita terusin, apalagi kalau penontonnya yang minta, begitu.” kenang Yaya Moektio.Ditambah lagi, Freddy Tamaela, tak lupa sampai membawa juga peralatan sound-effect, yang membuatnya bisa menghasilkan voice lengkap dengan echo. Itu jadi sangat bernuansa lagu, ‘Mama’ nya Genesis itu. Dandanannyapun kerapkali agak teatrikal, mengingatkan kita pada Peter Gabriel.
Cockpit masuk jelang era 1990-an mulai terasa sedikit slowdown. Mungkin bisa diartikan, istirahat sejenak, menghela nafaslah. Tetapi pada 1990 itu, Cockpit malah ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh vokalis karismatisnya, bung Freddy Tamaela. Freddy wafat karena penyakit paru-paru basah.Yoyok HaryonoInformasi terakhir Cockpit kehilangan vokalisnya lagi bulan lalu, Arry Syaff
Putra Raidy Noor, Nada Noor sekarang menjadi gitaris Cockpit.
Share Info via Status FB mas TITO EP via Page : Rock Age 70′ 80′ 90′ Community
Comments
Post a Comment